SKENARIO DIBALIK SINOPSIS CALON SEKDA PEMKAB BEKASI
SEJAK PENGUMUMAN SELEKSI CALON SEKDA DIBUAT PANSEL DAN TAYANG DI WEBSITE PEMKAB BEKASI TANGGAL 06 MEI 2021, DIMANA SESUAI TAHAPAN DAN JADWALNYA YAKNI TANGGAL 16 JUNI 2021 PENGUMUMAN 3 NAMA TERBAIK. NAMUN HINGGA SEKARANG SUDAH 2 BULAN BELUM JUGA ADA KEJELASAN
Bekasi deltanews.vod1.site/ Meskipun Penjabat (Pj) Bupati Bekasi dan Pj. Sekretaris Daerah (sekda) dijabat secara resmi, namun hingga kini Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bekasi, belum "BERANI" mengumumkan secara resmi terkait 3 besar nama hasil Open Bidding Jabatan Pimpinan Tinggi (JPT) Pratama calon Sekretaris Daerah (Sekda).
"Harusnya, Pj Bupati dan Pj Sekda itu cepat tanggap. Sebab ke dua Pj itu berlatar belakang birokrat. Apapun alasannya, kedua Pj itu paham dan mengerti serta mengetahui betul tentang pelaksanaan Open Bidding calon Sekda itu sudah selesai dilakukan Panitia Seleksi (Pansel)," kata Dewan Pendiri Jendela Komunikasi, yang sehari harinya dipanggil nama Bob, dalam siaran persnya yg diterima redaksi.
Menurut Bob, belum adanya sikap tegas dan "BERANI" dari Pemkab Bekasi untuk mengumumkan hasil kerja Pansel terhadap 3 nama calon Sekda itu menunjukan ada sinyalemen skenario dibalik sinopsis sehingga timbul kesan Hidden Agenda dan Sharing Power.
Untuk itu, kata Bob. Bagaimana tata kelola pemerintahan akan berjalan efektif, jika birokrat di eselon II nya ada sejumlah yang rangkap jabatan, terlebih tersendatnya hasil Open Bidding calon Sekda sampai sekarang tidak ada kejelasan alias menggantung.
"Harusnya, Pj Bupati dan Pj Sekda secepatnya menyikapi dan pro aktif terkait hal itu. Jabatan Sekda merupakan jabatan karier tertinggi di birokrat dan proses seleksi itu menggunakan ratusan juta duit APBD," tutur Bob
Lebih lanjut, Bob juga mengatakan. Apa susahnya membangun komunikasi dan koordinasi agar persoalan hasil Open Bidding kursi Sekda itu menjadi terang benderang. Terlepas like and dislike. Mekanisme Pansel dan tahapannya legitimize.
"Pj Bupati itu kan Kepala BPBD Jabar dan Ketua Pansel (Yerry Yanuar) Open Bidding kursi Sekda juga Kepala BKPSDM Jabar. Hal yang mustahil, jika kedua orang itu tidak pernah membicarakan nya," tandas Bob.
Lebih lanjut, Bob juga menjelaskan. Bagaimana pun, tentunya kedua orang itu membicarakan hasil open bidding dan ada kesimpulannya. Namun karena ada soal dari Almarhum Bupati Eka, kemudian Pj Bupati dengan entengnya mengatakan ke publik, terkait soal itu menunggu informasi dari Komite Aparatur Sipil Negara (KASN).
Pertanyaannya, sebelum Bupati Eka membentuk Pansel, kan sudah ada koordinasi dan pemberitahuan ke KASN. Bahkan sebaliknya, Pansel juga sama. Dan tidak tutup kemungkinan dari tahapan dan jadwal serta hasil akhir diberitahukan ke KASN.
Karena itu, kata Bob. Jika persoalan hasil seleksi 3 nama calon Sekda yang sudah final ditentukan Pansel itu berlarut larut dan "masuk angin" maka
sinyalemen skenario dibalik sinopsis dan kesan Hidden Agenda menjadi Sharing Power, bakal terjadi.
Ditanya tentang apa maksunya sinyalemen skenario dibalik sinopsis dan kesan Hidden Agenda menjadi Sharing Power. Menurut Dewan Pendiri Jendela Komunikasi itu ceritanya panjang dan jika diuraikan bisa 2 lembar folio. Namun singkatnya, Bulan Juli 2021 adalah Bulan yang penuh "bintang" untuk Dani Ramdan dan Herman Hanafi.
Alasannya, tanggal 1 Juli 2021 Herman Hanafi menjabat jadi PLT Sekda Kab. Bekasi. Kemudian, tanggal 13 Juli 2021 menjabat jadi PLH Bupati Bekasi dan pada tanggal 21 Juli 2021, Dani Ramdan menjabat jadi PJ Bupati Bekasi. Kemudian tanggal 30 Juli 202, Herman Hanafi menjabat jadi PJ Sekda Pemkab Bekasi.
Bob juga menjelaskan. Terlepas dari Bulan penuh "bintang". Ternyata ada "matahari". Dimana paska surat Ketua Pansel Open Bidding kursi Sekda Nomor: 800/04-Pansel.JPTPS/2021 perihal 3 nama calon Sekda yang ditujukan kepada Bupati Bekasi dan akhirnya tidak diumumkan, ada permohon diajukan ke Gubernur untuk memilih salah satu dari semua Eselon II yang pantas dan tepat dijadikan Sekda.
Mendengar permohonan itu. Kemudian, ada segelintir oknum. Dimana paska meninggalnya
RED
