Kuartal II 2018, Lippo Cikarang Catat Pendapatan Sebesar Rp 1,15 Triliun
Bekasi, deltanews.vod1.site/ – PT Lippo Cikarang Tbk ( LPCK) mengumumkan hasil keuangan untuk kuartal kedua yang berakhir 30 Juni 2018.
Perusahaan melaporkan total pendapatan sebesar Rp1,15 triliun meningkat 37% dari periode yang sama 2017, Laba Kotor sebesar Rp 646 miliar meningkat 66%. Sementara Laba bersih sebesar Rp 2,88 triliun, meningkat 985,4% terutama yang berasal dari dekonsolidasi anak perusahaan LPCK, PT Mahkota Sentosa Utama, sebesar Rp2,35 triliun, (29/10).
Pendapatan Perumahan dan Apartemen Residensial turun 16,5% menjadi Rp 530 miliar mewakili 46% dari Total Pendapatan. Pendapatan Berulang LPCK meningkat sebesar 14,8% menjadi Rp 157 miliar di Q2 2018 dari Rp 137 miliar di Q2 2017, kontribusi 13,6% terhadap Total Pendapatan di Q2 2018.
Sementara pendapatan dari Industri dan komersial memberikan kontribusi sebesar Rp 466 miliar. Total aset LPCK turun dari Rp 12,4 triliun menjadi Rp 9,7 triliun pada 31 Desember 2017 dan 30 Juni 2018.
"Sementara kita menghadapi tantangan karena penurunan pertumbuhan ekonomi mikro di Indonesia, yang menyebabkan daya beli konsumen melemah, ditambah dengan meningkatnya persaingan di sektor pasar properti, kami terus bekerja keras dalam mempersiapkan pengembangan LPCK ini," kata Presiden Direktur LPCK, Simon Subiyanto beberapa hari lalu.
Lippo Cikarang sebagai kota pengembangan perkotaan akan terus mengembangkan Meikarta, kota yang indah, lengkap dengan fasilitas. Saat ini, Meikarta telah memulai penyerahan fisik 863 unit apartemen dengan nilai Rp 709 miliar tepat waktu, untuk tahap awal 6 menara Meikarta CBD.
LPCK berada di koridor timur yang dikelilingi oleh industri besar seperti Deltamas, Jababeka, MM2100 dan lainnya. Kemajuan proyek nasional yang diprakarsai oleh Pemerintah Pusat di koridor ini menunjukkan kemajuan yang signifikan, seperti LRT (Light Rapid Transit) Cawang – Bekasi Timur dengan penyelesaian 47 persen, Jakarta – Bandung High-Speed Railway ditargetkan beroperasi pada Maret 2021 dan Jalan Tol Jakarta – Cikampek Elevated II sudah mencapai 49 persen dan diperkirakan selesai 2019.
Prestasi dan reputasi LPCK sebagai pengembang properti telah membuktikan bahwa LPCK adalah pengembang independen daerah perkotaan dengan berbagai fasilitas yang sesuai dengan standar internasional kota seluas sekitar 3.250 hektar dengan kawasan industri sebagai basis ekonominya.
LPCK telah berhasil membangun lebih dari 17.192 rumah, dengan populasi 51.250 penduduk dan 500.500 orang yang bekerja di sini setiap hari untuk 1.200 perusahaan manufaktur yang tersebar di seluruh kawasan industri Lippo Cikarang.
Laporan keuangannya terdaftar di Bursa Efek Indonesia dan didukung oleh bank tanah yang kuat dan pendapatan berulang yang solid. Bisnis LPKR terdiri dari Residential / Township, Mal, Ritel, Rumah Sakit, Hotel dan Manajemen Aset. LPCK terdaftar di Bursa Efek Indonesia dengan kapitalisasi pasar sebesar Rp1,3 triliun atau setara dengan US$ 88 juta pada 28 September, 2018.
Penulis : Lilis
